Dugaan Korupsi Mamin DPRD Jeneponto, Freman madi: Saya Tahu Kebusukan Pejabat

  • Bagikan
CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Tersangka kasus dugaan korupsi makan dan minum (Mamin) anggota DPRD Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, akhirnya buka suara.
Freman madi, yang kalah itu menjabat bendahara DPRD Jeneponto ini secara blak-blakan berkomentar
tentang kebusukan para pejabat di Butta Turatea.
Tak tanggung-tanggung, Freman  madi pun mengetahui semua rahasia pejabat. Baik di DPRD sendiri maupun pemerintahan.
Hanya saja, Freman madi  tak mau membongkar kebusukan tersebut karena alasan kasihan. Meski para pejabat itu sudah menikmati kebijakannya.
“Kalau menurut prinsip hidup saya tidak begitu, sekalipun seorang pejabat itu pernah menikmati kebijakan dari saya, dan dia benci saya tidak akan ku ungkap dihadapan,” kata Freman kepada wartawan di gedung DPRD Jeneponto, Selasa (13/9/2022) lalu.
Menurut prinsip hidupnya, Ia rela mati ketimbang harus membongkar aib pejabat. Itu dilakukan semata-mata demi tanggung jawab atas jabatan yang disandang.
“Kenapa?, saya lebih baik mati daripada membuka aib-nya pejabat, ini skala Jeneponto bukan pejabat yang hanya ada di DPRD,” ucapnya.
Freman mencontohkan kelicikan pejabat ketika sedang menggelar kegiatan maupun menjemput tamu dari luar daerah. Para pejabat itu menelfon dan meminta uang.
“Kalau saya mau kasih anu, setiap ada yang digelar ini-itu, ada lagi penyampaian sama saya, kasus-kasus lama kalau digelar disana, dia memberikan keterangan, ada lagi penyampaian nia rodo doe nu ndi (ada dulu uang mu dek, red), anu-anu-anu,” tegasnya.
Permintaan seperti itulah yang menurutnya tidak bisa ditolak. Ia pun terpaksa mencarikan sumber uang meski dengan cara mengutang.
“Begini tekniknya itu, pejabat itu kalau ada tamunya dari provinsi atau luar daerah, tidak mungkin duit pribadinya dia mau pakai belanja untuk makan. Dia hubungi notabene SKPD-SKPD banyak duitnya, bisa partisipasi pak sekwan, ini-ini-ini,” terangnya.
Dia melanjutkan, dirinya diberi amanah mengelolah keuangan DPRD Jeneponto sejak tahun 2019. Di tahun itu, dirinya dihadapkan dengan berbagai masalah, mulai dari soal hutang DPRD hingga persoalan lain.
“Saya masuk jadi bendahara sejak 2019, huuu sangging tangkisan semua. Jadi artinya disini, semua gali lobang tutup lobang. Jadi susah saya itu lebih baik hancur daripada saya ungkap ini, karena kasihan,” tegasnya.
Tak hanya itu, saking tak mau membongkar kebusukan pejabat, ia lantas menyuruh penyidik untuk menembaknya saat diintrogasi.
“Kaeraeng Gau (penyidik, red) kalau kita paksa-paksa saya itu pistol menghadap sini biar saya habis. Dari pada saya bongkar aib-nya Jeneponto saya tidak mau. Lebih baik saya busuk sendiri dari pada saya kasih busuk itu pejabat-pejabat sekalipun pejabat itu benci saya,” pintanya.
Kendati demikian, dirinya mengaku sama sekali tidak takut jika harus diproses hukum. Dia mengaku bermasalah, namun ada rahasia yang menurutnya tidak harus diungkapnya.
“Seandainya saya orang penakut, dari dulu saya sudah masuk penjara, dari tahun kemarin. Tapi sudahlah,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, Freman ditetapkan sebagai tersangka dugaan penggelapan uang mamin anggota dewan tahun anggaran 2021.
Kasus ini pertama kali dilaporkan oleh Wakil Ketua I DPRD Jeneponto, Irmawati Zainuddin saat Freman masih menjabat sebagai bendahara. Dia diduga menilap duit sebesar Rp500 juta dengan motif foya-foya.
Penulis: AREditor: Redaksi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.