Dinas Koperasi Pali Promosi dan Dokumentasi Kuliner Khas, Raden Abdurrohman Sebut Untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, PALI – Tidak hanya dikenal kuliner khas sagarurung, ternyata Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih banyak menyimpan kuliner yang patut untuk di coba.

Agar makanan khas Pali ini dapat dikenal di tengah masyarakat,  Dinas Koperasi dan PKK mempromosikan langsung juga mendokumentasikan makan khas tersebut.

Seperti yang dilakukan Dinas Koperasi dan PKK Pali di Gerai Sagarurung, Kelurahan Handayani Mulia pada Jumat (20/01/2023).

Sedikitnya terdapat  8 item kuliner khas Pali yang telah terverifikasi akan di dokumentasikan derta di kembangakan menjadi kuliner khas Pali yang di kenal masyarakat luas di antaranya:

Pede atau ikan permentasi, sagarurung, pindang sagarurung, pindang serbe, miso, bobo dawat, kripik jengkol, serta nanoman padi bulut

Kuliner-kuliner tersebut semua berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Pali.

Seperti sagarurung dari abab Desa Tanjung Kurung, sedangkan nanoman padi bulut ini berasal dari daerah Penukal atau Tanah Abang.

Untuk pindang rebe berasal dari Penukal Air Hitam sedangakan keripik jengkol berasal dari Pendopo.

Dengan adanya promosi dan dokumentasi yang dilakukan Dinas Koperasi dan PKK diharapkan masyarakat khususnya di Kabupaten Pali mengenal dan tertarik untuk menikmati atau membeli produk makanan dari hasil produksi di dalam daerah sendiri.

“Sehingga putaran perekonomi jual beli kita berputar di dalam daerah kita sendiri agar dapat memajukan perekonomian di daerah Kabupaten Pali itu sendiri,” jelas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Raden Abdurrohman

“Dengan banyaknya terpahan produk luar jadi otomatis putaran uang yang keluar juga jadi dengan membeli produk khas daerah kita sendiri ini pasti putaran perekonomianya pasti ke sekitar kita ini juga,” tuturnya.

Lebih lanjut Raden Abdurrohman berharap dengan adanya dokumentasi dan publikasi ini bisa menimbulkan rasa kebanggaan dengan beragam makanan khas.

“Kita harus bangga untuk menjujung kuliner khas Pali ini dan yang terpenting kuliner ini harus bernilai ekonomi, alasan kita munculkan ini supaya ada pergerakan dari petani kemudian dari pedangangnya termasuk kita penikmatnya,” jelasnya.

“Jadi siapa lagi yang mencintai kuliner kita kalo bukan kita karena ini bagian budaya Dan intergritas bangsa, bangsa Indonesia kita tidak akan hancur selagi mencintai budaya termasuk kulinernya jadi bagi anak-anak muda nanti terus memodifikasi ini sehingga menjadi nilai ekonomi yang lebih baik,” pungkasnya

“Terus bagi kita semua terutama kami, berupaya memberikan pemahaman kepada kawan-kawan yang kuliner bisa menambah pendapatan usaha keluarga mereka terutama yang merukapan program PKK,” tutupnya. (AMD)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *