Derga Sebut Pencegahan dan Penanganan Penyakit Ngorok Diperlukan Kerjasama Pemerintah, Peternak, dan Tenaga Kesehatan Hewan

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, PALEMBANG – Forum Masyarakat Berdaya ( FMB) dan Forum Masyarakat Peduli Perternakan gelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pencegahan & Pengendalian Penyakit Ngorok (Septicaemia Epizootica) pada hewan ternak kerbau, Sapi & Kambing di Provinsi Sumatera Selatan”. Di Hotel Amaris Ballroom, Selasa ( 28/5/2024)

Yang menghadiri FGD Ki Edi Susilo selaku Founder Forum Masyarakat Berdaya, Ir. Ruzuan Efendi M.M selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Keynote Speaker: H. Derga Karenza, S.P., M.M, Deva Oktavianus Coriza S.E, M.Si selaku Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Prov. Sumsel, Dr. Ahmad Lufhfi, SH. MH. Kanit Intelkam Polda Sumsel, Dr. drh. Jafrizal M.M selaku Ketua PDHI Sumsel, Abdul Kholek, S.sos., M.A selaku akademisi, Ketua pelaksana Focus Group Discussion Forum Masyarakat BerdayaTahun dua ribu dua puluh empat sekaligus ketua forum masyrakat peduli peternakan saudara M. Asri Lambo S.H (Sarjana Hukum), dan Para peserta FGD Forum Masyarakat Berdaya.

Keynote Speaker: H. Derga Karenza, S.P., M.M menjelaskan, Penyakit ngorok, atau Septicaemia Epizootica, adalah penyakit bakterial menular yang dapat menyebabkan kematian mendadak pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, dan kambing.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida yang menyebar dengan cepat melalui kontak langsung atau udara. Kasus terbaru pada tanggal 15 april 2024 kemarin di Kab. Ogan Komering Ilir – Puluhan ekor kerbau mati mendadak di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam dan Desa Tanjung Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kab. OKI. Puluhan Hewan ternak diduga mati terserang penyakit septicaemia epizootica atau ngorok.

“Saya ingin menekankan bahwa pencegahan dan penanganan penyakit ngorok memerlukan kerjasama yang erat antara pemerintah, peternak, dan tenaga kesehatan hewan. Implementasi program asuransi ternak dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi dampak ekonomi dari penyakit ini.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, penanganan yang cepat, dan dukungan dari program asuransi, kita dapat menjaga kesehatan serta produktivitas hewan ternak di Provinsi Sumatera Selatan,” pungkasnya ( Ocha)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan