#

Besok Ustadz Kondang UAS Hadir di Masjid Agung Jeneponto, Ini Tanggapan Panitia

  • Bagikan
Suasana masjid Agung Belokallong Jeneponto menjelang kedatangan UAS

CAKRAWALAINFO.CO.ID, JENEPONTO – Insya Allah besok Selasa (9/11/2021), pukul 14.00 WITA (Ba’da Dhuhur), dijadwalkan akan hadir ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Agung Jeneponto, di Belokallong Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.

Hal ini dibenarkan oleh ketua BKPRMI Jeneponto yang juga panitia teknis kedatangan UAS, Suardi A. Kahar kepada CAKRAWALAINFO, Senin (8/11/2021).

“Benar besok hari Selasa, akan datang Ustadz kondang di Indonesia, Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Agung Belokallong untuk memberikan tauziah didepan jamaah yang ada di Jeneponto,” kata Suardi A. Kahar.

Ungkap Ketua BKPRMI Jeneponto Suardi A. Kahar bahwa kedatangan UAS di Jeneponto bukan hal yang gampang tapi melalui proses yang sulit digambarkan lantaran beliau adalah tokoh ulama nasional yang sangat populer.

“Kedatangan UAS di Jeneponto bagaimana ya anu tallomo-lomo (tentunya bukanlah hal gampang). Sebenarnya itu diboking waktunya satu tahun untuk mendatangkan UAS. Misalnya, tahun ini diundang tahun kemarin,” kata Suardi.

Ia menyampaikan, ustadz Abdul Somad sudah sangat lama merindukan untuk datang ke Jeneponto. “Menurut UAS bahwa Jeneponto mempunyai kekhususan yang beda dengan daerah lain di Indonesia, yang mana satu-satunya daerah yang tidak mempunyai tempat ibadah Gereja,” tuturnya.

“Banyak pihak yang ingin mengetahui seperti apa itu gerakan subuh berjamaah (GSB) yang ada di Kabupaten Jeneponto, sampai marak dibahas di daerah lain. Didalam gerakan subuh berjamaah, ada kajian, ada tauziah, akan dibuka juga klinik tauziah, gerakan berbasis kemasjidan,” jelasnya.

Suardi A. Kahar mengatakan, besok kedatangan UAS di Masjid Agung Jeneponto dengan pengawalan dan pengamanan super ketat dan berlapis.

“Kehadiran UAS tentunya dibawah pengamanan berlapis dengan melibatkan TNI-Polri, Sat Pol PP, Banser, Pemuda Muhammadiyah, Brigade BKPRMI Jeneponto,” ujarnya.

Pihaknya mengaku dengan kapasitas masjid terbatas hanya memuat 1.200 jamaah dan pertimbangan protokol sehingga panitia membatasi undangan yang beredar keluar.

“Untuk mengantisipasi jamaah dari pelosok membludak sehingga panitia mengantisipasi untuk menyiapkan pelataran mesjid dan menyiapkan empat LCD yang terhubung langsung satu server,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *