Berkas Tersangka Korupsi Pembangunan Puskesmas Bungku P21, Pengacara : Bangunan Layak dan Berfungsi

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, BATANGHARI- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jambi telah menetapkan tujuh tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Puskesmas Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, tahun anggaran 2020.

“Ya, sudah tetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Puskesmas Desa Bungku,” jelas Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto beberapa waktu lalu.

Tiga tersangka sebagai pelaksana kegiatan, yakni AB, MF dan DH. Sedangkan dua tersangka sebagai PPTK, yakni Kepala Dinas Kesehatan EY dan AG,” ujar alumni Akpol 1997 ini.

Mulia menambahkan, dari tujuh tersangka ini, berkas lima tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi. Total kerugian negara akibat korupsi pembangunan gedung Puskesmas Bungku mencapai Rp6,3 miliar dengan total anggaran sebesar Rp7,2 miliar.

Perwira melati tiga yang pernah menjabat Kapolres Batanghari ini bilang, dugaan korupsi sudah dimulai sejak tahapan pengalihan pemenang tender hingga pembangunan gedung Puskesmas Bungku.

Sementara itu, pengacara lima tersangka M.Sahlan Samosir selaku kuasa Hukum duduk perkara tersebut sudah berjalan hampir 2 tahun.

Ia mengaku jika Dinkes dan pihak rekanan tidak masalah karena pekerjaan telah selesai.

Selain itu, Puskesmas juga sudah berfungsi untuk pelayanan kesehatan,” ujar Kuasa Hukum kelima tersangka M Sahlan Samosir kepada sejumlah awak media, Senin, (18/9/2022).

Ia juga mengaku tidak mempermasalahkan kasus yang melibatkan kepala dinas kesehatan EY jika terbukti, karena itu kewenangan penyidik.

Samosir berdalih jika penetapan tersangka yang dilakukan penyidik terlalu buru-buru, karena EY hanya pengganti PPK yang sebelumnya di dijabat sekretaris Dinas Kesehatan Batanghari Asrofi yang sedang sakit.

“Dan inilah titik awal yang persoalkan dr.Elffie sebagai PA dan PPK,” jelasnya.

Terkait soal pengawasan proyek, M Sahlan Samosir menyebutkan kalau pengawasan telah dijalankan sesuai prosedur yang ditetapkan dan dikawal oleh pengawas eksternal.

Dalam kesempatan ini, kuasa hukum dengan tegas membantah adanya kerugian negara yang disebabkan oleh kelima tersangka.

Tidak hanya itu, Sahlan mengaku heran dengan berkas perkara yang sudah P21 dan total lolos.

“Bagaimana bisa penyidik menyatakan bahwa proyek tersebut  total lolos pada perkara ini, pengertian total lolos itu kan gedung ini tidak bisa dimanfaatkan atau tidak ada manfaat sama sekali,” sebutnya.

Padahal kesimpulan dari beberapa hasil pemeriksaan sudah menyatakan gedung itu sudah bisa difungsikan bahkan hingga hari ini masih tetap difungsikan.

Kemudian, sudah ada terbit sertifikat layak fungsi izin penggunaan gedung, hasil audit LHP sudah diselesaikan sebelumnya tenggang waktu 60 hari seperti amanat Undang- Undang,” tegasnya lagi.

Sahlan Samosir menambahkan, bahwa saat penyidikan, pihaknya juga telah menghadirkan ahli hukum pidana.

Pernyataan dari ahli hukum pidana cukup jelas yakni menyatakan perkara ini tidak layak untuk diteruskan.

“Berkas perkara juga 9 kali bolak – balik dari penyidik Polres Batanghari beberapa kali perkara ini dilimpahkan Kejari Batanghari hingga selalu tidak lengkap alias P19.

Baru kemudian, diambil alih Polda Jambi hingga akhirnya informasinya seperti rekan-rekan ketahui perkara ini langsung P21,” sebutnya.

Lebih jauh dikatakan, pihaknya akan tetap mengikuti proses hukum dan akan mematuhinya.

“Penegak hukum tetap kita ikuti, jika nanti perkara ini naik ke persidangan kita akan ikuti dipersidangan dan kita akan melakukan pembelaan di persidangan dengan fakta- fakta yang ada dengan dokumen yang ada. Hanya saja, kami mohon kepada pihak penyidik dan JPU untuk hak kita sebagai praduga tidak bersalah juga harus diberikan kepada kita,” ujarnya.

“Tentu harus diberikan hak membela diri, sehingga nanti apapun yang diputuskan oleh hakim misalnya kita akan terima , tapi sebagai upaya pembelaan diri kita harus mengklarifikasi dari awal perkara ini. meskipun demikian, sekali lagi saya tegaskan, dari sisi kita perkara ini sebenarnya tidak ada persoalan.

Penulis : Syafwan Hamid
Editor.  : Poppy

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan