Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir Dibubarkan Satpol PP Bantaeng, Begini Penjelasan Jaemuddin

  • Bagikan

CAKRAWALAINFO.CO.ID, BANTAENG – Aksi penggalangan dana untuk korban banjir yang dilakukan Karang Taruna Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) dibubarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Mereka dibubarkan karena tidak mengantongi izin.

“Kami tidak pernah melarang, tidak. Karena kami kasih ruang hari pertama satu hari, kedua sampai sore baru kita tanya, kalau bisa ambil ki izin,” kata Kasatpol PP Bantaeng, Jaemuddin kepada wartawan, Senin (13/5/2024).

Aksi penggalangan tersebut terjadi di Jalan Merpati simpang tiga lampu merah, Kecamatan Bantaeng pada, Minggu (12/5). Aksi mereka pun dikeluhkan warga dan pengendara yang melintas.

“Tidak semua masyarakat menerima dan memahami, dan masyarakat minta supaya di tertibkan dulu,” jelasnya.

Menurut dia, aksi kemanusiaan itu harus dilakukan, hanya saja, aturan juga perlu diperhatikan. Bahkan, dirinya pernah menyarankan agar memasukkan surat izin supaya bisa turun ke lapangan bersama.

“Yang namanya kemanusian harus dilakukan, tapi aturan juga jangan dikesampingkan,” ungkapnya.

Ia mengkaim telah memberikan ruang 1 hari full pada Sabtu lalu. Namun mereka kembali turun menggalang dana tanpa dibekali surat izin.

“Karena kita sudah memberikan ruang 1 hari full sebelumnya. Kalau mau kita bubarkan, di hari pertama ji. karena kita paham ini aksi kemanusiaan,” ucapnya.

Surat izin, kata dia, sangat perlu. Karena bisa diketahui berapa jumlah massa yang turun serta lokasi dan tujuannya seperti apa.

“Kalau ada izinya kan bagus, berapa yang turun, titiknya dimana-mana saja, dan tunjuannya misalnya penggalangan dana untuk korban banjir di Luwu, Siwa dan Wajo. Dan kalau bisa jangan bergerombolan, di bagi per titik,” pungkasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan