Air Meningkat, Kabalai BBWS-PJ Himbau Warga Untuk Tidak Beraktifitas di Hilir Sungai Jeneberang

  • Bagikan
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) Ir. Adenan Rasyid.

CAKRAWALAINFO.id, MAKASSAR — Hujan dengan intensitas tinggi memang terjadi beberapa hari terakhir, dan kini mulai berpengaruh terhadap kondisi air di sungai.

Beberapa hari terakhir, curah hujan dengan klasifikasi sedang sampai dengan klasifikasi sangat lebat, tak henti mengguyur di hulu sungai Jeneberang dan sungai Jenelata.

Curah hujan dari hulu sungai Jeneberang masih dapat di tampung waduk Bili-bili, karena jauh hari sejak peringatan dari BMKG kami dari BBWSPJ sudah mengurangi volume air di waduk,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) Ir. Adenan Rasyid.

Waduk bili-bili hingga saat ini masih di bawah elevasi normal, Untuk saat ini (pukul 18.00 wita) elevasi waduk Bili-bili 86,63 mdpl, masih di bawah elevasi normal 99,5 mdpl” sambungnya saat diwawancarai melalui pesan wassap, Sabtu (19/12/2020).

Jika terjadi kenaikan tinggi muka air di hilir sungai Jenebrang, itu diakibatkan kenaikan tinggi muka air yang berasal dari sungai Jenelata.

Itu di sebabkan karena di sungai tersebut belum ada bendungan yang salah satu fungsinya adalah pengendalian banjir,” katanya.

“Berhubung tinggi muka air sungai jenelata meningkat, dan mempengaruhi aliran air maupun peningkatan elevasi di sungai Jenebrang hilir, bersama ini disampaikan agar tidak ada masyarakat yang melakukan aktifitas memancing, atau menyebrang di hilir sungai Jeneberang,” himbaunya.

 

• Penulis : Muhajir Aditama | • Editor : Nawir

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan